Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Lakukan Beberapa Cara Ini Untuk Mencegah Kanker Serviks

Gambar
Kanker seriviks merupakan penyakit yang menjadi momok bagi banyak wanita. Bagaimana tidak, kanker yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus), terutama tipe 16 dan 18, ini biasanya tidak menunjukkan gejala atau keluhan pada tahap awal. Gejala atau keluhan tersebut biasanya baru muncul ketika kanker sudah memasuki stadium 2 atau lebih. Keputihan yang berulang meski telah diobati, juga postcoital bleeding (pendarahan pasca senggama), kerap menjadi gejala yang dirasakan. Meski begitu, bukan berarti kanker ini tidak bisa yang dihindari. 

Penyebab dan kehadiran kanker serviks dapat dideteksi. Terlebih, kanker ini termasuk yang pertumbuhannya lambat. Selain itu, sejak aktif berhubungan seksual, pemeriksaan setiap tahun diperelukan untuk memantau kondisi organ kewanitaan. Saat ini, terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi pra-kanker. 
1. Tes IVA 
IVA (inspeksi visual asam asetat) merupakan metode pemeriksaan yang paling mudah, murah, mampu dilakukan di Indonesi…

Inilah Alasan Kenapa Jerawat Selalu Tumbuh Ditempat yang Sama

Gambar
Banyak orang sering mengalami jerawat. Intensitasnya beragam, mulai dari jerawat ringan hingga jerawat yang memenuhi wajah. Tak jarang orang yang mengalami jerawat di area yang sama. Meski sudah hilang, beberapa lama kemudian jerawat kembali tumbuh di area tersebut. Apakah kamu pernah mengalaminya? Pendiri Jakarta Aesthetic Clinic, dr Olivia Ong menjelaskan, hal itu bisa disebabkan karena area yang sebelumnya terdapat jerawat belum mengalami penyembuhan total. Salah satu akibatnya adalah karena tangan sering memegang bagian bekas jerawat tersebut.

"Jerawat kan rumusnya minyak, kotoran, bakteri. Di tempat tersebut dia selalu garuk-garuk. Ya tidak hilang karena di jari banyak bakteri." Hal itu diungkapkan Olivia saat ditemui di The Hook Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kasus tersebut, menurut dia, paling sering dilakukan oleh orang-orang. Di samping penyebab lainnya seperti mengkonsumsi makanan tertentu. Apalagi, hampir semua orang tak bisa lepas dari ponsel. Padahal, po…

Inilah yang Membedakan Antara HIV dan AIDS

Gambar
Masyarakat Indonesia kerap masih rancu dalam membedakan HIV dan AIDS. Kerancuan terkait pemahaman tersebut yang lalu menciptakan persepsi, orang dengan HIV sudah pasti terkena AIDS. Atau, orang dengan HIV tinggal menunggu waktu untuk meninggal. “Ini yang salah kaprah di masyarakat," kata dokter Adyana Esti, tenaga medis Klinik Angsamerah, Jakarta. Esti menegaskan, orang dengan HIV masih bisa hidup normal dan mengejar mimpi mereka, asal mendapat pengobatan yang cepat dan tepat.

"HIV tidak selalu berakhir dengan AIDS, namun orang dengan AIDS sudah pasti terserang virus HIV," ujar dia. Esti menjelakan, HIV adalah jenis virus (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus tersebut menyerang T cell, yang merupakan salah satu bagian dari sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, saat ada kuman patogen yang masuk ke dalam tubuh, termasuk virus dan penyakit. Bila T cell rusak, maka tubuh akan kehilangan kemampuan mengenali virus d…

Inilah Alasan Mengapa Orang Indonesia Banyak yang Terkena Diabetes

Gambar
Menurut hasil penelitian Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2013, sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami diabetes tipe 2. Tapi hanya 26 persen saja yang sudah terdiagnosis, sedangkan sisanya tidak menyadari dirinya mengidap diabetes tipe 2. Menurut Federasi Diabetes Internasional pada 2015, jumlah diabetesi di Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun. Namun, hanya separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Angka ini bukanlah angka yang sedikit. Lantas, kenapa banyak orang Indonesia yang mengalami diabetes? Beberapa hal ini mungkin bisa menjadi jawaban penyebab diabetes pada orang Indonesia. 

1. Nasi sebagai makanan pokok
Nasi putih adalah makanan pokok orang Indonesia. Namun sayangnya, menurut riset terbaru nasi ternyata berisiko tinggi meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebuah penelitian menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi nasi putih lebih dari lima kali …