Inilah yang Menjadi Alasan Mengapa Kebahagiaan Adalah Pondasi Kesuksesan Anak

Banyak manfaat yang didapatkan dari seorang anak yang bahagia. Praktisi psikologi Elizabeth Santosa menyebutkan, kebahagiaan adalah fondasi kehidupan. Apa pun capaian anak di kemudian hari, semuanya tak akan sempurna tanpa kebahagiaan. "Punya anak pintar, sukses, tapi hatinya tidak bahagia ya enggak ada gunanya. Kebahagiaan adalah dasar kehidupan," kata Elizabeth. Perempuan yang akrab disapa Lizzie itu menuturkan, kebahagiaan akan membentuk karakter anak saat dewasa. Anak yang kurang mendapat kebahagiaan saat kecil akan cenderung tumbuh sebagai seseorang yang temperamental dan emosional.

Hasil gambar untuk kebahagiaan anak

Peran orangtua pun dinilai amat besar dalam menciptakan kebahagian bagi anak. Menurutnya, penelitian menunjukkan bhwa salah satu hal yang membuat anak bahagia bukan karena aktivitasnya, melainkan keterlibatan atau kebersamaan dengan orangtuanya "Banyak pasienku yang anaknya mengalami gangguan, ibunya ternyata ibu rumah tangga. Saya pikir, kok anaknya bermasalah," ujar Lizzie. "Artinya, walaupun waktu Anda panjang di rumah, belum tentu anak bahagia jika mamanya setiap hari ada tapi sibuk sendiri atau tidak terlibat." Beberapa aktivitas yang bisa membuat orangtua lebih terlibat dengan anak, misalnya mengutamakan waktu kebersamaan, tidak terdistraksi hal apapun, mengutamakan kontak mata, serta membuat anak merasa paling penting. "Berikan perhatian khusus. Kalau yang punya anak lebih dari satu, siapkan waktu khusus untuk masing-masing," kata dia.

Di samping itu, beberapa hal yang harus dilakukan orangtua agar anak bahagia adalah memberikan cinta tanpa syarat, memastikan nutrisinya cukup, mendukung minatnya, dan memberi waktu anak untuk istirahat cukup. "Anak yang kurang tidur suka cranky. Jadi beri mereka waktu tidur berkualitas," tuturnya. Ketika anak sudah memasuki usia sekolah, anak juga harus mendapatkan cinta dari lingkungan sekitar sekolahnya. Namun, orangtua tak bisa selalu memantau anak ketika mereka bersekolah. Salah satu caranya adalah berhubungan baik dengan pendidiknya.

"Guru yang baik akan menceritakan anak seperti apa kalau di sekolah. Guru adalah perpanjangan tangan kita," kata Lizzie. Selain itu, ada baiknya jika orangtua terutama ibu melibatkan diri ke dalam lingkungan anak. Misalnya, berinteraksi dengan orangtua murid lain sehingga bisa menanyakan kondisi anak di sekolah. "Sekali-kali bersosialisasi. Bisa bertanya anak kita seperti apa di mata ibu-ibu dan anak-anak lain," tuturnya. Terakhir, orangtua juga harus menunjukkan bahwa dirinya bahagia. Sebab, kata Lizzie, orangtua adalah guru terbaik bagi anak-anak mereka sendiri. Tetaplah berusaha bahagia di depan anak. "Sebelum Anda bahagia, Anda tidak akan bisa mengajarkan kunci bahagia.Konsep anak: children see, children do," ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Memilih TK yang Tepat Untuk Anak

Ternyata Banyak Berenang Tidak Membuat Anak Bertambah Tinggi

Cara Aktifkan Child Safety Lock Agar Anak Tidak Dapat Buka Pintu